Rabu, 26 Februari 2014

Inilah Aurora


Aurora adalah fenomena alam yang menyerupai pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh Matahari (angin surya).
Di bumi, aurora terjadi di daerah di sekitar kutub Utara dan kutub Selatan magnetiknya. Aurora yang terjadi di daerah sebelah Utara dikenal dengan nama Aurora Borealis (IPA /ɔˈɹɔɹə bɔɹiˈælɪs/), yang dinamai bersempena Dewi Fajar Rom, Aurora, dan nama Yunani untuk angin utara, Boreas. Ini karena di Eropa, aurora sering terlihat kemerah-merahan di ufuk utara seolah-olah Matahari akan terbit dari arah tersebut. Aurora borealis selalu terjadi di antara September dan Oktober dan Maret dan April. Fenomena aurora di sebelah Selatan yang dikenal dengan Aurora Australis mempunyai sifat-sifat yang serupa.Tapi kadang-kadang aurora muncul di puncak gunung di iklim tropis
Begitu indah lukisan ya lukisan Tuhan, ayo jaga bumi kita agar Tuhan selalu melukis indah bumi ini dan tidak memberi bencana.

sumber : http://nasa.gov/
              http://wikipedia.com
 

Minyak Ganja

http://indocropcircles.files.wordpress.com/2013/09/minyak-ganja-cannabinoid-hemp-oil.png 
Begitu besar manfaat yang bisa diperoleh dari ganja, kapan Indonesia melegalkanya?

Rabu, 08 Januari 2014

Legalisasi Ganja
















Klaim bahwa ganja menghancurkan sel-sel otak berdasar pada laporan-laporan spekulatif setengah abad yang lalu yang tidak pernah didukung oleh satu pun studi ilmiah. ( Lynn Zimmer, Ph.D. & John P. Morgan, M.D. “Marijuana Myths, Marijuana Facts”. 1997)

Bertentangan dengan propaganda anti narkotika yang menyatakan bahwa ganja mematikan sel-sel syaraf, beberapa penelitian modern menemukan bahwa cannabinoid, zat-zat aktif dalam ganja justru memiliki efek melindungi sel-sel syaraf. Cannabinoid adalah nama untuk kumpulan senyawa-senyawa aktif (baik psikoaktif maupun yang non-psikoaktif) dalam ganja seperti Tetra Hydro Cannabinol (THC), Cannabinol dan Cannabidiol (CBD). Studi ilmiah menunjukkan bahwa senyawa-senyawa cannabinoid dalam ganja melindungi syaraf dengan menghambat dua proses molekular yang dikenal dengan oxidative stress (tekanan oksidasi) dan glutamate excitoxicity (eksitoksisitas glutamat), kedua proses ini berperan dalam merusak sel syaraf. Fungsi perlindungan saraf (neuroproteksi) oleh ganja berjalan melalui lima mekanisme :

1) Mengurangi eksitotoksisitas (pengeluran zat-zat racun) dengan menghambat pelepasan neurotransmitter glutamate, atau dengan memblokir reseptor-reseptornya.
2) Memblokir dan menghambat naiknya pelepasan kalsium yang dipicu oleh reseptor NMDA akibat aktifitas antagonisnya.
3) Mengurangi luka oksidatif dengan berfungsi sebagai pengumpul dari zat-zat oksigen reaktif yang membahayakan sel syaraf.
4) Mengurangi inflamasi sel syaraf lewat aktifitas reseptor CB-2 pada aktifitas sel Glial (salah satu jenis sel syaraf) yang mengatur regenerasi dan kemampuan bertahan hidup dari sel syaraf.
5) Mengembalikan suplai darah ke daerah yang terluka dengan mengurangi penyempitan atau memperlebar (vasokonstriksi) pembuluh darah.

Cannabinoid berperan dalam neuroproteksi lewat satu atau lebih proses-proses diatas terutama pada kondisi parah, neurodegenerasi, luka trauma dan iskemia. Cannabinoid juga bisa menjadi terapi efektif untuk memperlambat atau bahkan menghentikan proses-proses neurodegenerasi pada proses kognitif seperti pada penyakit Alzheimer, gangguan kemampuan motorik seperti Parkinson, penyakit Huntington, ALS (Amyotropic Lateral Sclerosis) dan Multiple Sclerosis (MS). Peneliti dari NIMH (National Institute of Mental Health) menemukan bahwa THC, zat psikoaktif utama dalam ganja (yang memberikan efek “tinggi”) dan CBD, zat non-psikoaktif yang berefek anti-konvulsan (mencegah kejang), keduanya memiliki efek antioksidan kuat dalam studi laboratorium. Menurut ilmu kedokteran, antioksidan diandalkan untuk melindungi sel-sel syaraf pada korban stroke dari paparan zat-zat racun kimia otak yang dikenal dengan glutamat. Trauma (benturan) pada kepala dan stroke menyebabkan terputusnya suplai oksigen pada sel-sel syaraf didaerah terjadinya trauma dan stroke, putusnya suplai oksigen ini menyebabkan pelepasan glutamat secara berlebihan dan mengakibatkan kerusakan permanen pada sel-sel otak. Ilmuwan menyatakan, CBD memiliki keunggulan dibanding antioksidan pada umumnya karena senyawa CBD bekerja dengan cepat karena menembus blood-brain barrier (filter darah yang masuk ke otak) dengan mudah dan tidak beracun (non-toxic)

sumber : http://legalisasiganja.blogspot.com/

Film 'Marley'

Sebuah Film Dari Raja Reggae BOB MARLEY
 
Ini adalah filem dokumenter tentang Bob Marley yang pembuatannya melibatkan keluarga musisi reggae itu.

"Filem ini sangat menguras emosi dan begitu dalam... Bagaimana dia jatuh sakit, bagaimana dia kemudian bangkit dengan tekad dan kuatnya..."
 
Chris Blackwell, pemilik Island Records. Di tengah kerumunan penggemarnya, termasuk para pedagang kali lima, sosok Bob Marley -- yang dianggap sebagai pahlawan di tanah kelahirannya, Jamaika -- terasa hidup kembali, pada malam itu.

"Aku adalah sang petualang jiwa," teriak Bob Marley, yang terdengar dari potongan-potongan filemnya, menggetarkan para penonton yang seperti tersihir.

Potret otentik

Meskipun film dokumenter ini menggambarkan perjalanan singkat Marley, yang meninggal akibat kanker pada usia 36 tahun (1981), film ini disebut-sebut lebih 'lengkap' ketimbang film-film tentang Marley sebelumnya.

"Anda belajar tentang pria yang musiknya didengar di mana-mana, Anda belajar bagaimana dia memulai hidupnya yang semula sulit, dan bagaimana dia memperlakukan orang lain secara murah hati, serta bagaimana dia seperti pria pada umumnya," kata Chris Blackwell, pemilik Island Records, yang ikut terlibat dalam membuat film ini.
 
"Filem ini sangat menguras emosi dan begitu dalam... Bagaimana dia jatuh sakit, bagaimana dia kemudian bangkit dengan tekad dan kuatnya..."
Bagaimanapun, sosok Marley membentang dan melampaui dunia musik yang didalaminya.
Hal ini terbukti sosoknya sekarang menjadi ikon global, di mana namanya dijual dalam bentuk beraneka, mulai topi, pakaian, sampai hiasan telepon seluler.
Jadi, apakah film dokumenter Marley ini akan mempertebal legenda dirinya serta menjadi komoditas ekonomi?
"Film Marley ini bukan untuk komoditas," kata Kevin Macdonald.
Menurut Kevin, filem ini sangat bertentangan dengan sosok Marley yang selama ini dikenal melalui gambar poster atau kaos.
"Ini film yang sangat pribadi dan intim. Kita mencoba untuk menjadikannya seperti potret yang otentik..."

Pahlawan nasional

Di Jamaika, tanah kelahiran Marley, telah ada permintaan agar Marley dijadikan pahlawan nasional, agar posisinya mirip dengan tokoh Jamaika lainnya yang berjuang melawan perbudakan dan kolonialisme.
"Bob Marley adalah salah satu manusia terbesar yang pernah hidup di bumi," kata Lisa Hanna, Menteri pemuda dan budaya Jamaika, di sela-sela pemutaran film itu.
Penggemarnya menuntut agar Marley dinobatkan menjadi pahlawan nasional.
Bukan rahasia lagi bahwa musisi reggae ini begitu dihormati.
"Dia adalah pahlawan bagi Jamaika", kata salah seorang penggemar, yang menghadiri acara itu. "Dan film ini membuktikannya."
"Film ini menunjukkan citra positif Marley di hadapan negara," kata yang lain.
Bob Marley dilahirkan di Saint Ann, Jamaika 6 Februari 1945. Dia meninggal dunia di Miami Florida pada 11 Mei 1981 dalam usia 36 tahun.
Hingga saat ini Bob Marley masih dianggap satu-satunya musisi papan atas dunia yang berasal dari negeri berkembang
 
Ayo siapa yang belum download? download san gih
dijamin cintamu pada musik reggae makin membara hha


All Album of Bob Marley

selama bermusik, Bob Marley telah menelurkan banyak album
ini adalah semua dari sekian banyak karya Bob, sudahkah kalian punya?
kalau belum, yuk merapat ke basecamp AlaskaRasta, kita punya semua koleksi lagu-lagu dari Bob


Remembering A Legend

Overview of Bob's Legacy

 
The Bob Marley biography provides testament to the unparalleled influence of his artistry upon global culture. Since his passing on May 11, 1981, Bob Marley’s legend looms larger than ever, as evidenced by an ever-lengthening list of accomplishments attributable to his music, which identified oppressors and agitated for social change while simultaneously allowing listeners to forget their troubles and dance.
Bob Marley was posthumously inducted into the Rock and Roll Hall of Fame in 1994; in December 1999, his 1977 album “Exodus” was named Album of the Century by Time Magazine and his song “One Love” was designated Song of the Millennium by the BBC. Since its release in 1984, Marley’s “Legend” compilation has annually sold over 250,000 copies according to Nielsen Sound Scan, and it is only the 17th album to exceed sales of 10 million copies since SoundScan began its tabulations in 1991.

Bob Marley’s music was never recognized with a Grammy nomination but in 2001 he was bestowed The Grammy Lifetime Achievement Award, an honor given by the Recording Academy to “performers who during their lifetimes, have made creative contributions of outstanding artistic significance to the field of recording.” That same year, a feature length documentary about Bob Marley’s life, Rebel Music, directed by Jeremy Marre, was nominated for a Grammy for Best Long Form Music Video documentary. In 2001 Bob Marley was accorded the 2171st star on the Hollywood Walk of Fame by the Hollywood Historic Trust and the Hollywood Chamber of Commerce, in Hollywood, California. As a recipient of this distinction, Bob Marley joined musical legends including Carlos Santana, Stevie Wonder and The Temptations.

In 2006 an eight block stretch of Brooklyn’s bustling Church Avenue, which runs through the heart of that city’s Caribbean community, was renamed Bob Marley Boulevard, the result of a campaign initiated by New York City councilwoman Yvette D. Clarke. This year the popular TV show Late Night with Jimmy Fallon commemorated the 30th anniversary of Bob Marley’s passing with an entire week (May 9-13) devoted to his music, as performed by Bob’s eldest son Ziggy, Jennifer Hudson, Lauryn Hill, Lenny Kravitz and the show’s house band The Roots. These triumphs are all the more remarkable considering Bob Marley’s humble beginnings and numerous challenges he overcame attempting to gain a foothold in Jamaica’s chaotic music industry while skillfully navigating the politically partisan violence that abounded in Kingston throughout the 1970s.

One of the 20th century’s most charismatic and challenging performers, Bob Marley’s renown now transcends the role of reggae luminary: he is regarded as a cultural icon who implored his people to know their history “coming from the root of King David, through the line of Solomon,” as he sang on “Blackman Redemption”; Bob urged his listeners to check out the “Real Situation” and to rebel against the vampiric “Babylon System”. “Bob had a rebel type of approach, but his rebelliousness had a clearly defined purpose to it,” acknowledges Chris Blackwell, the founder of Island Records, who played a pivotal role in the Bob Marley biography by introducing Marley and the Wailers to an international audience. “It wasn’t just mindless rebelliousness, he was rebelling against the circumstances in which he and so many people found themselves.”

source : http://www.bobmarley.com/history/

Selasa, 07 Januari 2014

Download mp3 Ras Muhammad - Negeri Pelangi (ft. Tony Q)

DOWNLOAD

Tentang Buku 'Negeri Pelangi'


negeri pelangi
Pandangan masyarakat awam, bahkan oleh komunitas reggae di Indonesia sendiri tentang reggae sering disimpulkan dan disalah-artikan sebagai musik pantai dengan panorama pohon kelapa. Dianggap pula sebagai musik yang tak terlalu memikirkan ke mana hari esok dan masa depan yang tidak punya arah. Namun di balik semua rasa dan pandangan itu, reggae memiliki sejarah dan pesan yang dalam.

Reggae tercipta dari bagian budaya. Ia memiliki tujuan dan nilai-nilai yang mulia, ia tercipta di sebuah pulau kecil wilayah Karibia bernama Jamaika. Negeri Jamaika yang populasinya tidak melebihi penduduk Jakarta telah  menyebarkan produk ekspor terbesarnya dalam bentuk musik reggae hampir ke seluruh dunia. Hal ini akan mustahil jika tidak ada sosok musisi besar yang kini dikenal sebagai Bob Marley.

Dalam buku perdananya yang bertajuk “Negeri Pelangi” ini Ras Muhamad mencoba meluruskan anggapan-anggapan tersebut. Buku yang terilhami dari sebuah perjalanannya ke Etiopia di tengah tahun 2012 lalu ini mengupas tentang kebangsaan, keragamaan dunia, Rastafari, Bob Marley, Reggae, Ethiopia, Kaisar Haile Selassie, dan sejarah Indonesia dalam gagasan Asia-Afrika Bung Karno.

Buku ini juga merupakan sebuah dokumentasi “perjalanan spiritual” Ras Muhamad sebagai Duta Reggae Indonesia ke Etiopia. Sebuah negara di belahan benua Afrika yang tidak banyak orang mengenalnya secara luas. Bahkan masih melekat dalam benak kita, bila mendengar Etiopia maka yang terbayang adalah kesedihan, kelaparan, kebodohan, penyakit, dan kemiskinan. Persepsi tersebut masih hidup hingga sekarang karena pada masa ‘Perang Dingin’ lalu dan Ethiopia ketika itu dikuasai rezim komunis memang mengalami hal negatif seperti itu. Tapi kini setelah pemerintahan demokratis berkuasa, negeri ini mengalami kemajuan yang luar biasa berkat sikap ‘visoner’ yang dimiliki almarhum Perdana Menteri Meles Zenawi yang berkuasa sejak tahun 1994 hingga wafatnya tanggal 21 Agustus 2012.

Di Negeri Sheba inilah Ras Muhamad menyusuri setiap akar sejarah dan serat-makna yang terkandung pada setiap lagu Sang Raja Reggae, Bob Marley dan menghubungkannya dengan Kaisar Haile Selassie yang menjadi ilham bagi para rastaman dan musisi reggae di seantero jagad.

Buku setebal 204 halaman yang diterbitkan oleh Grup Galangpress ini sarat dengan foto-foto dokumentasi selama perjalananya di Etiopia. Disertai pula CD lagu-lagu pilihan Rastafari terbaik oleh Asia-Afrika, dan tentunya single terbaru bertajuk “Negeri Pelangi” dengan kolaborasi yang istimewa. (MH).

sumber : http://negeripelangi.galangpress.com/tentang-buku/

Sekilas Tentang Bob Marley

















Nama lahir
Robert Nesta Marley

Lahir
6 Februari 1945 di Nine Mile, Saint Ann, Jamaika

Meninggal :
11 Mei 1981 (umur 36) di Miami, Florida, Amerika Serikat

Jenis Musik
Reggae, ska, rocksteady

Pekerjaan
penyanyi, pencipta lagu, musisi

Instrumen
vokal, gitar, perkusi

Tahun aktif
1962 – 1981

Perusahaan rekaman
Studio One, Beverley's, Upsetter/Trojan, Island/Tuff Gong

Hubungan Mempengaruhi
Tony Q Rastafara (Indonesia)

Pasangan
Rita Marley

Situs resmi
www.bobmarley.com


Robert Nesta "Bob" Marley (lahir di Nine Mile, Saint Ann, Jamaika, 6 Februari 1945 – meninggal di Miami, Florida, Amerika Serikat, 11 Mei 1981 pada umur 36 tahun) adalah seorang penyanyi, pencipta lagu, dan musisi reggae berkebangsaan Jamaika. Bob Marley sampai saat ini dikenal di seluruh dunia sebagai musisi reggae yang paling tersohor dalam dunia musik reggae. Dia diakui perannya dalam memopulerkan dan menyebarkan musik Jamaika dan Gerakan Rastafari ke seluruh dunia.Bob Marley adalah gitaris, vokalis, dan pencipta lagu dalam grup musik The Wailers (1964–1974) dan Bob Marley & The Wailers (1974–1981) yang beraliran ska, rocksteady dan reggae.



Karier musik

Ia mulai dikenal di dunia musik reggae pada tahun 1962. Album pertamanya ialah "The Wailing Wailers" dirilis tahun 1965 bersama The Wailers. Pada 1974 lagu "No Woman No Cry" menjadi populer di Jamaika dan negara-negara Amerika Serikat. Namun pada tahun 1977 ia mengidap penyakit kanker. Pada tahun 1980, Marley pingsan saat jogging di New York. Namun pada 1981 Marley meninggal dunia setelah mengalami kanker yang dideritanya selama empat tahun terakhir. Ia meninggalkan seorang istri dan 13 orang anak.



Album studio

Bersama The Wailers

* The Wailing Wailers (1965) - Studio One
* Soul Rebels (Desember 1970) - Upsetter/Trojan
* Soul Revolution (1971) - Upsetter/Trojan
* Soul Revolution Part II (1971) - Upsetter/Trojan
* The Best of The Wailers (Agustus 1971) - Beverley's
* Catch a Fire (13 April, 1973) - Island/Tuff Gong
* Burnin' (19 Oktober, 1973) - Island/Tuff Gong

Bersama Bob Marley & The Wailers

* Rasta Revolution (1974) - Upsetter/Trojan
* Natty Dread (25 Oktober, 1974) - Island/Tuff Gong
* Rastaman Vibration (30 April, 1976) - Island/Tuff Gong
* Exodus (3 Juni, 1977) - Island/Tuff Gong
* Kaya (23 Maret, 197cool - Island/Tuff Gong
* Survival (2 Oktober, 1979) - Island/Tuff Gong
* Uprising (20 Juni, 1980) - Island/Tuff Gong
* Confrontation 23 Mei, 1983 (anumerta) - Island/Tuff Gong

Terlahir dengan nama Robert Nesta Marley pada Februari 1945 di St. Ann, Jamaika, Bob      Marley berayahkan seorang kulit putih dan ibu kulit hitam. Pada tahun 1950-an Bob beserta       keluarganya pindah ke ibu kota Jamaika, Kingston. Di kota inilah obsesinya terhadap musik      sebagai profesi menemukan pelampiasan. Waktu itu Bob Marley banyak mendengarkan musik R&B dan soul, yang kemudian hari menjadi inspirasi irama reggae, melalui siaran radio             Amerika. Selain itu di jalanan Kingston dia menikmati hentakan irama Ska dan Steadybeat        dan kemudian mencoba memainkannya sendiri di studio-studio musik kecil di Kingston             

Bersama Peter McIntosh dan Bunny Livingston, Bob membentuk The Wailing Wailers yang mengeluarkan album perdana di tahun 1963 dengan hit “Simmer Down”. Lirik lagu mereka banyak berkisah tentang “rude bwai” (rude boy), anak-anak muda yang mencari identitas diri dengan menjadi berandalan di jalanan Kingston. The Wailing Wailers bubar pada pertengahan 1960-an dan sempat membuat penggagasnya patah arang hingga memutuskan untuk berkelana di Amerika. Pada bulan April 1966 Bob kembali ke Jamaika, bertepatan dengan kunjungan HIM Haile Selassie I —raja Ethiopia– ke Jamaika untuk bertemu penganut Rastafari. Kharisma sang raja membawa Bob menjadi penghayat ajaran Rastafari pada tahun 1967, dan bersama The Wailer, band barunya yang dibentuk setahun kemudian bersama dua personil lawas Mc Intosh dan Livingston, dia menyuarakan nilai-nilai ajaran Rasta melalui reggae. Penganut Rastafari lantas menganggap Bob menjalankan peran profetik sebagaimana para nabi, menyebarkan inspirasi dan nilai Rasta melalui lagu-lagunya.

The Wailers bubar di tahun 1971, namun Bob segera membentuk band baru bernama Bob Marley and The Wailers. Tahun 1972 album Catch A Fire diluncurkan. Menyusul kemudian Burning (1973–berisi hits “Get Up, Stand Up” dan “ I Shot the Sheriff” yang dipopulerkan Eric Clapton), Natty Dread (1975), Rastaman Vibration (1976) dan Uprising (1981) yang makin memantapkan reggae sebagai musik mainstream dengan Bob Marley sebagai ikonnya.

Pada tahun 1978, Bob Marley menerima Medali Perdamaian dari PBB sebagai penghargaan atas upayanya mempromosikan perdamaian melalui lagu-lagunya. Sayang, kanker mengakhiri hidupnya pada 11 Mei 1981 saat usia 36 tahun di ranjang rumah sakit Miami, AS, seusai menggelar konser internasional di Jerman. Sang Nabi kaum Rasta telah berpulang, namun inspirasi humanistiknya tetap mengalun sepanjangja jaman.

sumber : http://cempots.blogspot.com/2012/01/sejarah-bob-marley-biodata.html

About Alaskarasta !

AlaskaRasta adalah band dengan genre 'Love Reggae' dari Semarang dengan personel 8 orang (bisa dilihat di list anggota), love reggae adalah sejenis musik reggae yang dipadukan dengan cerita cinta yang kita tuangkan dalam musik dengan sedikit keunikan. Kita berdiri pada 11 November 2011 dan mulai merangkak perlahan di dunia musik sejak itu juga. Biasanya kami menyorakkan 'uyeee salampantatbaubangga' sebagai slogan kami, entah memang terdengar aneh tapi inilah kami AlaskaRasta.