
Pandangan masyarakat awam, bahkan oleh komunitas reggae di Indonesia
sendiri tentang reggae sering disimpulkan dan disalah-artikan sebagai
musik pantai dengan panorama pohon kelapa. Dianggap pula sebagai musik
yang tak terlalu memikirkan ke mana hari esok dan masa depan yang tidak
punya arah. Namun di balik semua rasa dan pandangan itu, reggae memiliki
sejarah dan pesan yang dalam.
Reggae tercipta dari bagian budaya. Ia memiliki tujuan dan
nilai-nilai yang mulia, ia tercipta di sebuah pulau kecil wilayah
Karibia bernama Jamaika. Negeri Jamaika yang populasinya tidak melebihi
penduduk Jakarta telah menyebarkan produk ekspor terbesarnya dalam
bentuk musik reggae hampir ke seluruh dunia. Hal ini akan mustahil jika
tidak ada sosok musisi besar yang kini dikenal sebagai Bob Marley.
Dalam buku perdananya yang bertajuk “Negeri Pelangi” ini Ras Muhamad
mencoba meluruskan anggapan-anggapan tersebut. Buku yang terilhami dari
sebuah perjalanannya ke Etiopia di tengah tahun 2012 lalu ini mengupas
tentang kebangsaan, keragamaan dunia, Rastafari, Bob Marley, Reggae,
Ethiopia, Kaisar Haile Selassie, dan sejarah Indonesia dalam gagasan
Asia-Afrika Bung Karno.
Buku ini juga merupakan sebuah dokumentasi “perjalanan spiritual” Ras
Muhamad sebagai Duta Reggae Indonesia ke Etiopia. Sebuah negara di
belahan benua Afrika yang tidak banyak orang mengenalnya secara luas.
Bahkan masih melekat dalam benak kita, bila mendengar Etiopia maka yang
terbayang adalah kesedihan, kelaparan, kebodohan, penyakit, dan
kemiskinan. Persepsi tersebut masih hidup hingga sekarang karena pada
masa ‘Perang Dingin’ lalu dan Ethiopia ketika itu dikuasai rezim komunis
memang mengalami hal negatif seperti itu. Tapi kini setelah
pemerintahan demokratis berkuasa, negeri ini mengalami kemajuan yang
luar biasa berkat sikap ‘visoner’ yang dimiliki almarhum Perdana Menteri
Meles Zenawi yang berkuasa sejak tahun 1994 hingga wafatnya tanggal 21
Agustus 2012.
Di Negeri Sheba inilah Ras Muhamad menyusuri setiap akar sejarah dan
serat-makna yang terkandung pada setiap lagu Sang Raja Reggae, Bob
Marley dan menghubungkannya dengan Kaisar Haile Selassie yang menjadi
ilham bagi para rastaman dan musisi reggae di seantero jagad.
Buku setebal 204 halaman yang diterbitkan oleh Grup Galangpress ini
sarat dengan foto-foto dokumentasi selama perjalananya di Etiopia.
Disertai pula CD lagu-lagu pilihan Rastafari terbaik oleh Asia-Afrika,
dan tentunya single terbaru bertajuk “Negeri Pelangi” dengan kolaborasi
yang istimewa. (MH).
sumber : http://negeripelangi.galangpress.com/tentang-buku/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
kritik dan saran disini